SEJARAH PERUSAHAAN BIDANG TEKNOLOGI
INFORMASI
DISUSUN OLEH:
NAMA : OVILIAN ELYANA
KELAS : SKS 20.1
NPM :
6304920090023
MATA KULIAH :
PENGHANTAR TEKNOLOGI
KAMPUS : STEKOM KENDAL
DOSEN PENGAMPU :
IMAM SAUFIK, M.KOM.
UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI KOMPUTER
STEKOM
KENDAL
2021
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada ALLAH SWT yang telah memberikan segala kesempatan
dan kemudahan sehingga makalah ini dapat terselesaikan walaupun masih banyak
kekurangan dari berbagai segi. Shalawat dan salam kepada junjungan Nabi
Muhammad SAW yang telah merubah budaya adat dan tingkah laku yang konservatif
dan tercela kedunia yang penuh norma toleran, mulia dan modern.
Berikut ini, penulis mengucapkan penghormatan kepada dosen pengampu dalam
program studi ‘’Pengantar Teknologi” yaitu bapak Iman Saufik yang
membimbing dalam proses belajar. Dan makalah ini penulis akan membahas tentang
perusahaan yang bergerak dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi “PT
Metrodata Electronics Tbk”.Dalam judul “Sejarah Perusahaan Bidang Teknologi
Informasi”.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak terdapat kekurangan baik segi
penulisan maupun kutipan,untuk itu segala kritikan dan saran yang bersifat
membangun akan penulis terima dengan senang hati.
Wassalamu’alaikum wr.wb
penulis
(Ovilian
Elyana)
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL (1)
KATA PENGANTAR (2)
DAFTAR ISI (3)
BAB I PENDAHULUAN (4)
A. Latar
Belakang (4)
B. Rumusan Masalah (5)
C. Tujuan
Pembelajaran (5)
BAB II PEMBAHASAN (6)
A. Awal
Berdirinya Perusahaan (6)
B. Tata Kelola
Perusahaan (8)
C. Perkembangan
Metrodata (11)
D. PT.
Metrodata Electronics dan Mitra Bisnis (13)
E. Manajemen
Resiko (15)
BAB III PENUTUP (17)
A. Kesimpulan (17)
B. Saran (17)
DAFTAR PUSTAKA (18)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
PT Metrodata Electronics Tbk (“perseroan”) merupakan perusahaan yang bergerak
di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan salah satu perusahaan
terkemuka di Indonesia.
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di bidang TIK, METRODATA selalu menyertai
perjalanan bisnis para pelanggannya. Tangan-tangan profesional setiap karyawan
METRODATA terus berkarya menghasilkan inovasi untuk menjawab tantangan
perubahan zaman.
METRODATA merupakan satu-satunya perusahaan TIK yang tercatat dalam Indonesia
Fortune 100, dan menerima penghargaan bergengsi dari media lainnya seperti The
Best 50 Companies – Majalah Forbes Indonesia, The Most Powerful & Valuable
Company – Majalah Warta Ekonomi , Top Issuer – Majalah Investor dan Asia’s Best
Companies 2015 ( Best Small-Cap Category) – Majalah FinanceAsia.
B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Apa itu
perusahaan PT Metrodata Electronics Tbk ?
2. Bagaimana
tata kelola perusahaan PT Metrodata Electronics Tbk ?
3. Bagaimana PT
Metrodata Electronics Tbk dan Mitra bisnisnya ?
4. Bagaimana
Manajemen resiko perusahaan PT Metrodata Electronics Tbk ?
C. TUJUAN PENULISAN
Adapun
tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Mempelajari
, mengkaji dan menganalisis perusahaan PT Metrodata Electronics Tbk
BAB II
PEMBAHASAN
A. AWAL
BERDIRINYA PERUSAHAAN
PT Metrodata Electronics Tbk (“perseroan”) merupakan perusahaan yang bergerak
di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan salah satu perusahaan
terkemuka di Indonesia.
Perseroan didirikan pada 17 Februari 1983 sebagai salah satu perusahaan dalam
kelompok usaha METRODATA yang telah berkiprah di bidang TIK sejak 1975. Sejak
didirikan,Perseroan mengalami perubahan nama beberapa kali, dan terakhir pada
28 Maret 1991 namanya diubah menjadi PT Metrodata Electronics Tbk hingga
sekarang.
Pada tanggal 14 Februari 1990 Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
Indonesia (IDX:MTDL)
Di tahun 2008, Perseroan mengakuisisi Soltius Asia Pte Ltd adalah pemilik PT
Soltius Indonesia yang kini merupakan salah satu entitas anak Perseroan dalam
kelompok METRODATA.
Di tahun 2008, Perseroan membeli 37,21% saham PT Xerindo Teknologi, perusahaan
dengan keahlian di bidang perencanaan radio, instalasi, pengujian/commisioning,
perawatan, dan sebagainya.
Pada tanggal 28 Januari 2011, Perseroan mendirikan entitas anak, PT My Icon
Technology, yang bergerak di bidang ICT Modern Retail meliputi modern
store,e-commerce dan shop in shop dengan memnyediakan produk-produk TIK secara
ritel dan langsung kepada konsumen selaku pengguna akhir.
Pada tanggal 26 September 2011, Perseroan mengembangkan bisnisnya melalui usaha
patungan dengan Synnex Technology International Corp (Synnex), sebuah
perusahaan Taiwan. Synnex adalah perusahaan ketiga terbesar di dunia (dan terbesar
di Asia) dalam bisnis distribusi produk TIK.
Pada tanggal 4 Januari 2012, Perseroan mendirikan PT Logicalis Metrodata
Indonesia sebagai usaha patungan dengan Logicalis Singapore Pte Ltd. Usaha
patungan ini menyediakan solusi dan jasa terintegrasi dibidang TIK,khususnya
dibidang solusi dan jasa jaringan.
Saat ini Perseroan bermitra dengan perusahaan TIK kelas dunia, diantaranya
Adobe, Alaric , APC, ASUS, Autodesk, Avaya, Axis Communications, BMC, Bosch,
Cisco, CommVault, DELL, D-Link, Double-Take, DSI, Dynatrace, EC-Council, EMC,
Emerson, Epson, F5, Falconstor, File Mini, Flexera, Fortinet, Fortis, Fuji
Xerox, Fujitsu, Hitachi Data Systems, Jabra, K2, Kaspersky, Lenovo, Microsoft,
Mobilelron, MSI, Murex, NettApp, Nintex, Nutanix, Oracle, Orange, Pearson Vue,
Philips, Prometric, Qlik, Ramco, Red Hat, Remedy, Riverbed, Ruckus, Salesforce,
Samsung, SAP, Sitecore, Solarwinds, Speed Up, Splunk, Stratus, Sun Oracle,
Symantec, Transcend, Trend Micro, Varonis, Veeam, Veritas, Vmware, WebMethods,
Zendesk, dan ZTE.
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di bidang TIK, METRODATA selalu menyertai
perjalanan bisnis para pelanggannya. Tangan-tangan profesional setiap karyawan
METRODATA terus berkarya menghasilkan inovasi untuk menjawab tantangan
perubahan zaman.
METRODATA merupakan satu-satunya perusahaan TIK yang tercatat dalam Indonesia
Fortune 100, dan menerima penghargaan bergengsi dari media lainnya seperti The
Best 50 Companies – Majalah Forbes Indonesia, The Most Powerful & Valuable
Company – Majalah Warta Ekonomi , Top Issuer – Majalah Investor dan Asia’s Best
Companies 2015 ( Best Small-Cap Category) – Majalah FinanceAsia
B. TATA KELOLA
PERUSAHAAN
Sebagai perusahaan publik, penerapan tata kelola perusahaan adalah sebuah
keniscayaan dan merupakan landasan bagi operasional perseroan agar pengelolaan
perseroan dapat berjalan secara efisien,efektif, dan profesional sehingga
tercipta citra perseroan yang positif serta dapat meningkatkan kinerja perseroan
secara optimal.
Perseroan secara konsisten mengoptimalkan penerapan tata kelola perusahaan
melalui penguatan infrastruktur untuk mencapai praktik terbaik,dengan melakukan
penyesuaian sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan
tata kelola perusahaan agar semakin efektif.
Hal ini mengacu pada 4 (empat) prinsip dasar yang menjadi pedoman bagi setiap
langkah yang diambil oleh Manajemen perseroan atau karyawan di segala tingkatan
organisasi. Keempat prinsip dasar ini adalah :
Ø Transparasi
Transparasi merupakan komitmen untuk memastikan tersedianya informasi penting
yang dapat diakses oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan.
Ø Akuntabilitas
Akuntabilitas menjamin adanya mekanisme,peran dan tanggung jawab sebuah
manajemen profesional atas semua keputusan dan kebijakan yang diambil berdampak
pada kegiatan-kegiatan operasional perseroan.
Ø Tanggung
Jawab
Tanggung jawab adalah penjabaran yang jelas mengenai peran setiap pihak dalam meraih sasaran bersama.
Ø Kelayakan
Kelayakan menjamin bahwa setiap keputusan dan kebijakan yang diambil
diselaraskan dengan kepentingan pihak-pihak terkait,termasuk para pelanggan,
pemasok, pemegang saham, investor, dan publik pada umumnya.
v Visi &
Misi
Sebagaimana umumnya perusahaan-perusahaan yang sudah mapan, Perseroan memiliki
seperagkat prinsip panduan yang menjadi acuan bagi manajemen maupun karyawan
dalam mengembangkan strategi perseroan serta dalam membangun reputasi
perseroan. Visi dan Budaya perusahaan perseroan tercermin dengan baik dalam
pernyataan berikut :
ü Visi
Perseroan
Memaksimalkan nilai bagi pemangku kepentingan dan membangun lingkungan yang
ideal untuk bekerja.
v Budaya
Perusahaan
Bagi METRODATA budaya perusahaan bukan sekedar pajangan atau rumusan kata-kata
yang semu tetapi merupakan jiwa dan roh yang menjadi pegangan sumber daya
manusia dalam menjalankan kewajibannya, pedoman bertindak dan berperilaku dalam
organisasi, serta pembimbing METRODATA dalam mencapai tujuannya.
Budaya perusahaan terutama sangat penting bagi perusahaan teknologi seperti
METRODATA untuk tetap fokus seraya bertumbuh di lingkungan persaingan bisnis
yang dinamis dan berubah dengan cepat serta tantangan globalisasi yang menuntut
organisasi yang kuat, lincah, dan unggul.
Efektif sejak 1 Januari 2013, METRODATA telah secara bertahap merumuskan dan
mensosialisasikan pengamalan budaya perusahaan yang baru diterjemahkan kedalam
TIGA pilar utama-Integritas, Profesionalisme dan Entrepreneurship-beserta LIMA
BELAS prinsip tindakan.
ü PILAR UTAMA
1 | INTEGRITAS
Integritas adalah
konsistensi dalam bertindak sesuai norma-norma moral, etika, dan hukum, serta
berkomitmen untuk senantiasa menjaga dan memeliharanya.
Perusahaan yang tidak
memiliki integritas sebagai fondasinya biasanya tak akan bertahan lama. Karena
itu nilai ini menjadi yang pertama dan utama yang harus dimiliki, dihayati, dan
diamalkan oleh setiap karyawan.Pada tingkat korporasi, integritas merupakan
salah satu praktik dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik.
Prinsip-Prinsip Integritas dalam
tindakan :
1.
Jujur,
beretika, bertanggung jawab dan dapat dipercaya
2.
Satu kata dan
satu tindakan, berdasarkan data dan fakta
3.
Mempunyai
rasa memiliki terhadap perseroan
4.
Menjaga
kepatutan dan nama baik perseroan
5.
Menghargai
pihak yang telah berjasa kepada perseroan
ü PILAR UTAMA
2 | PROFESIONALISME
Profesionalisme adalah
sikap, perilaku dan tindakan yang menunjukkan pengetahuan, kompetensi dan
ketrampilan yang tinggi yang dikembangkan secara terus menerus dalam menghadapi
tantangan dan mensukseskan perseroan.
Ketika menggunakan
produk-produk dan jasa-jasa METRODATA, pelanggan mengharapkan kualitas
pelayanan yang terbaik dari METRODATA sehingga mampu meningkatkan produktifitas
dan kesejahteraan mereka.
Karena itu setiap
karyawan METRODATA dituntut untuk senantiasa bersikap profesional.
Prinsip-Prinsip Profesionalisme
dalam tindakan :
1.
Memberi
solusi dan pelayanan yang prima
2.
Memiliki
kedisiplinan yang tinggi
3.
Terus
menerus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan untuk mendukung kinerja
4.
Memiliki
kecakapan dalam memecahkan masalah
5.
Mampu
bekerjasama dalam tim serta bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan
ü PILAR UTAMA
3 | ENTREPRENEURSHIP
Entrepreneurship adalah
semangat dan jiwa wirausaha yang menggelora untuk terus melakukan perubahan
kearah yang lebih baik, mampu mengeksekusi ide menjadi kenyataan, berani
mengambil inisiatif, tidak takut dengan kegagalan dan mampu mengelola hubungan
yang harmonis bersama dengan pemangku kepentingan.
Perusahaan yang akan
unggul dan langgeng dimasa depan adalah perusahaan yang memiliki sumber daya
manusia yang berjiwa entrepreneur.
Tanpa energi
entrepreneurship, sebuah perusahaan, apalagi perusahaan teknologi seperti
METRODATA terancam menjadi tidak relevan ditengah era persaingan yang sengit.
Prinsip-Prinsip Entrepreneurship
dalam tindakan :
1.
Memiliki
wawasan yang luas, kreatif dan inovatif
2.
Jeli melihat
dan menciptakan peluang baru
3.
Mencari
solusi terbaik untuk mengatasi setiap tantangan yang muncul
4.
Senantiasa
menghasilkan gagasan baru yang siap diterapkan
5.
Berani
mengambil resiko yang terukur dalam setiap keputusan
C. PERKEMBANGAN
METRODATA
Sejalan dengan
perkembangan bisnis, METRODATA melakukan terobosan melalui pendirian anak usaha
maupun usaha patungan. Secara garis besar,kegiatan perseroan kini dibagi
menjadi 6 Unit bisnis utama yakni :
1.
Bisnis
Distribusi (PT. Synnex Metrodata Indonesia) yang menangani bidang usaha
distribusi Teknologi Informasi Komunikasi.
2.
Bisnis
Solusi (PT. Mitra Integrasi Informatika) yang menyediakan solusi lengkap
mulai dari desain dan blue print, konsultasi, implementasi, dukungan,
pemeliharaan, managed, services dan pelatihan.
3.
Bisnis
Konsultasi (PT. Soltius Indonesia) yang menawarkan keahlian dalam bidang
solusi transformasi bisnis dan jasa konsultasi.
4.
Bisnis
Retail (PT. My Icon Technology) yang menyediakan produk-produk TIK
secara ritel dan langsung kepada konsumen selaku pengguna akhir.
5.
Bisnis
Network (PT. Logicalis Metrodata Indonesia) yang menawarkan jasa dan solusi
jaringan.
6.
Bisnis
Layanan Telekomunikasi (PT. Xerindo Technologi) yang
menyediakan jasa perencanaan radio, instalasi, pengujian/commisioning,
perawatan.
Metrodata Perseroan
saat ini bermitra dengan perusahaan TIK kelas dunia, diantaranya Adobe, Alaric
, APC, ASUS, Autodesk, Avaya, Axis Communications, BMC, Bosch, Cisco,
CommVault, DELL, D-Link, Double-Take, DSI, Dynatrace, EC-Council, EMC, Emerson,
Epson, F5, Falconstor, File Mini, Flexera, Fortinet, Fortis, Fuji Xerox,
Fujitsu, Hitachi Data Systems, Jabra, K2, Kaspersky, Lenovo, Microsoft,
Mobilelron, MSI, Murex, NettApp, Nintex, Nutanix, Oracle, Orange, Pearson Vue,
Philips, Prometric, Qlik, Ramco, Red Hat, Remedy, Riverbed, Ruckus, Salesforce,
Samsung, SAP, Sitecore, Solarwinds, Speed Up, Splunk, Stratus, Sun Oracle,
Symantec, Transcend, Trend Micro, Varonis, Veeam, Veritas, Vmware, WebMethods,
Zendesk, dan ZTE.
D. PT.
METRODATA ELECTRONICS DAN MITRA BISNIS
Kegiatan PT. Metrodata Electronics, Tbk pada saat ini dibagi menjadi tiga unit
bisnis utama yaitu Bisnis Distribusi TI (PT. Metrodata E Bisnis) yang menangani
bidang usaha distribusi TI; Bisnis Solusi TI (PT. Mitra Integrasi
Informatika) yang menyediakan solusi lengkap mulai dari design,
implementasi, support, managed services dan pelatihan; Bisnis Konsultasi TI
(PT. Soltius Indonesia) yang menawarkan keahlian dalam bidang solusi bisnis
transformasional dan jasa konsultasi, serta Bisnis Information &
Communication Technology Retail (PT. My Icon Technology) yang menyediakan
produk-produk ICT secara ritel dan langsung kepada konsumen selaku pengguna
akhir.
PT. Metrodata Electronics merupakan prusahaan yang berkembang pesat dan
struktur perusahaan METRODATA pun berkembang secara dinamis. Untuk
mengakomodasi tuntutan bisnis dan aspek legal, manajemen METRODATA menggunakan
struktur manajemen yang disusun berdasarkan kebutuhan internal perusahaan agar
bisnis yang dijalankannya dapat lebih fokus dan saling menunjang. Aplikasi
struktur manajemen, perusahaan menggabungkan unit-unit bisnis yang punya
korelasi kedalam satu bagian sehingga lebih efisien untuk melayani kebutuhan
pelanggan.
Aplikasi-aplikasi utama e-business dan keterkaitannya terintegrasi oleh
lintas fungsi perusahaan, diantaranya perencanaan sumber daya perusahaan (enterprise
resource planning atau ERP),manajemen hubungan dengan pelanggan (customer
relationship management atau CRM) dan manajemen rantai pasokan (supply
chain management atau SCM).
Enterprise resource planning atau ERP adalah sistem lintas fungsi yang
mengintegrasikan dan mengotomatisasi banyak dari proses bisnis internal dari
suatu perusahaan terutama proses dalam fungsi produk, logistic, distribusi,
akuntansi, keuangan dan sumber daya manusia. Jadi, ERP berfungsi sebagai system
informasi tulang punggung perusahaan yang membantu perusahaan mencapai
efisiensi, kelincahan dan responsivitas yang dibutuhkan untuk berhasil dalam
lingkungan bisnis yang dinamis.
Customer relationship management atau CRM adalah sistem lintas fungsi
yang mengintegrasikan serta mengotomatisasi banyak dari proses pelayanan untuk
pelanggan dalam penjualan, pemasaran dan layanan pelanggan yang berinteraksi
langsung dengan pelanggan. Sistem CRM juga menciptakan kerangka kerja teknologi
informasi software serta database yang dijalankan melalui web yang
mengintergrasikan proses-proses ini dengan operasi bisnis perusahaan lainnya
dan mendukung kerja sama antara perusahaan dengan para pelanggan serta
mitranya. PT. Metrodata Electronics, Tbk dan mitra bisnisnya memiliki sistem
CRM yang meliputi sekelompok modul software yang memberi berbagai alat untuk
membantu perusahaan dan para karyawannya dalam memberikan layanan cepat, dapat
diandalkan dan konsisten kepada pelanggannya, Siebel systems, Oracle,
PeopleSoft, SAP AG,dan Epiphany.
Manajemen rantai pasokan (supply chain management atau SCM) adalah
sistem lintas fungsi yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi jaringan dari
berbagai proses bisnis serta hubungan antara perusahaan dengan para pemasok,
distributor dan mitra bisnis lainnya. Tujuan dari SCM adalah untuk membantu
perusahaan dalam mencapai kelincahan dan responsivitas dalam memenuhi permintaan
pelanggan,pemasok dengan memungkinkannya untuk mendesain, membangun dan menjual
produknya melalui penggunaan jaringan yang cepat, efisien, dan berbiaya rendah
dari pada mitra bisnisnya, prosesnya dan hubungannya atau rantai pasokannya.
Software SCM dapat membantu meningkatkan koordinasi antar perusahaan diantara
para pemain proses rantai pasokan. Hasilnya adalah jaringan distribusi dan
saluran yang jauh lebih efektif antar mitra bisnis. Usaha peralihan ke web yang
dilakukan Moen Inc. dan TaylorMade Golf mengilustrasi pengembangan ini.
E. MANAJEMEN
RESIKO
Perseroan memandang
bahwa penerapan manajemen resiko dalam menjalankan bisnis Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam
pencapaian target kinerja perseroan yang telah dicanangkan dan penerapan tata
kelola perusahaan secara menyeluruh.
Kualitas penerapan
manajemen resiko yang efektif penting bagi perseroan dalam menghadapi resiko
usaha yang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal.
Perseroan telah
melakukan identifikasi resiko berdasarkan bobot dampak resiko terhadap kegiatan
usaha dan keuangan perseroan untuk memastikan proses operasional yang efektif,
efisien dan dapat diandalkan untuk mendukung strategi perseroan serta
mewujudkan tata kelola perusahaan.
Berikut adalah daftar
resiko usaha yang dihadapi oleh perseroan dalam melaksanakan kegiatan usahanya
:
·
Resiko
Persaingan Usaha
Dalam
bidang usaha distribusi produk dan jasa TIK, Perseroan menghadapi persaingan
yang semakin ketat dengan bertambahnya pemain baru dan masing-masing pemain
berusaha mempertahankan dan memperluas pangsa pasarnya. Apabila perseroan gagal
memperluas pangsa pasarnya dan meningkatkan pelayanannya kepada para pelanggan,
kemampuannya dalam menghasilkan pendapatan atau laba akan menurun.
·
Resiko
Terbatasnya Sumber Daya Manusia di Bidang TIK di Indonesia
Dalam
merealisasikan rencana pengembangan usaha dibidang TIK, Perseroan mengandalkan
pertumbuhan usahanya pada sumber daya manusia, yaitu keahlian dan keterampilan
yang dimiliki oleh para eksekutif dan tenaga ahli yang bekerja di perseroan.
Apabila perseroan tidak dapat mempertahankan eksekutif dan tenaga ahlinya, hal
ini dapat mengakibatkan turnover karyawan yang tinggi. Selanjutnya, jika
perseroan gagal untuk merekrut penggantinya, maka hal ini akan mempengaruhi
kinerja perseroan sehingga dapat mengurangi pendapatan perseroan.
·
Resiko
Kompetisi dengan Sebagian Pelanggan
Sebagian besar penjualan perangkat keras perseroan dilakukan melalui para
reseller. Strategi perseroan adalah memberikan akses pada para pembeli
korporasi untuk melakukan transaksi pembelian langsung dengan perseroan.
Strategi ini menciptakan kompetisi bagi para reseller, yang sebenarnya
merupakan pelanggan perseroan sekaligus penjual pada pasar korporasi bagi
produk-produk yang dijualnya. Strategi ini dapat mempengaruhi hubungan dagang
perseroan dengan para reseller, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kinerja
perseroan dan mengurangi pendapatan perseroan.
·
Resiko
Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing
Beberapa produk TIK yang ditawarkan perseroan merupakan produk-produk yang
berasal dari prinsipal diluar negri yang nilainya terkait dengan kurs valuta
asing. Disamping itu, terdapat pinjaman perseroan dalam valuta asing.
Sehubungan dengan hal ini, apabila terjadi fluktuasi yang tajam pada nilai
tukar mata uang asing terhadap rupiah, maka hal tersebut akan memberikan
pengaruh terhadap pendapatan dan kondisi keuangan perseroan.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
PT Metrodata
Electronics Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) dan salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia
yang memiliki mitra bisnis sebagai pendukung dalam menerapkan e-business.
Dengan ini kita bisa tahu kondisi dalam mempelajari ,mengkaji, menganalisis
perusahaan yang berkembang tersebut, dan kita bisa mengambil contoh atau
termotivasi dari perusahaan itu.
B. SARAN
Demikian yang dapat penulis paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,Karena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi yang ada hubungannya dengan
judul ini.
Penulis banyak berharap kepada pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada penulis, agar penulis dapat memperbaiki makalah yang
selanjutnya.Dan semoga makalah ini bisa bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
www.metrodata.co.id
ardianfikri.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar